Powered By Blogger

Selasa, 25 Agustus 2009

Akuntansi Manajemen Dalam Perubahan Lingkungan Bisnis :

  1. Just In Time (JIT)
  2. Total Quality Manajemen (TQM)
  3. Rekayasa Ulang
  4. Theory of Constraint/Teori Kendala (TOC)
Just In Time (JIT)
Adalah filosofi yang terpusat pada penentuan waktu, efisiensi dan mutu dalam memenuhi komitmen-komitmen. Perusahaan yang menerapkan JIT berjuang untuk perbaikan yang berkelanjutan dan pencarian serta penghilangan pemborosan bahan baku, waktu dan tempat. Perusahaan membeli material dan memproduksi unit output sesuai dengan permintaan aktual dari konsumen. Persediaan dikurangi sampai tingkat minimum bahkan sampai nol. Pendekatan JIT dapat digunakan baik pada perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur yang memiliki tiga kelompok persediaan, yaitu :
Bahan Baku :
material atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat produk.
Barang Dalam Proses :
Persediaan barang yang proses produksinya baru diselesaikan sebagian dan masih membutuhkan pekerjaan lebih lanjut sebelum siap dijual kepasar.
Barang Jadi :
Unit produk yang telah diproses secara penuh, tetapi belum dijual kepada konsumen.
Konsep JIT yang ideal adalah perusahaan yang menjalankan sistem JIT akan membeli bahan baku hanya untuk kebutuhan hari itu saja. Dengan konsep JIT yang ideal perusahaan mampu secara substansial mengurangi beban pengimpanan dan pemesanan serta dapat meningkatkan efektivitas operasi.
Dalam lingkungan JIT, arus barang dikendalikan dengan pendekatan pull dimana produksi baru akan dilakukan jika ada permintaan.

Elemen-elemen yang diperlukan untuk menjamin keberhasilan sistem JIT :
  • Memperbaiki lay out produksi
Dalam sistem JIT seluruh mesin yang digunakan untuk memproses produk tertentu disatukan dalam suatu lokasi tertentu. Cara ini menjadikan layout pabrik menjadi pabrik mini untuk masing-masing produk sehingga biasa disebut sebagai pabrik dalam pabrik.
Perbaikan dalam layout produksi dapat meningkatkan throughtput yaitu total volume produksi yang telah melewati seluruh fasilitas produksi selama periode tertentu.
  • Mengurangi waktu Set Up
Set Up berisi aktivitas menyiapkan bahan, mengubah setting mesin, mempersiapkan peralatan dan melakukan pengujian. Set Up harus selalu dilakukan apabila akan beralih dari pemrosesan unit produk tertentu ke jenis produk yang lain. Aktivitas Set Up ini memakan waktu, untuk mengurangi aktivitas set up adalah dengan merancang satu peralatan untuk satu jenis produk, hal ini tidak akan menimbulkan set up yang berulang-ulang untuk memproduksi produk berapapun jumlahnya.
  • Zero Defect dan JIT
Jika sejumlah produk jadi yang dihasilkan mengandung beberapa unit produk cacat, maka perusahaan tidak dapat mengirimkan sejumlah unit yang diminta oleh konsumen atau harus mengulang kembali proses produksi hanya untuk membuat pengganti produk cacat.
Perusahaan yang menerapkan sistem JIT akan selalu berusaha dengan keras untuk mencapat Zero Defect.
  • Karyawan yang fleksibel
Karyawan diharapkan dpaat mengoperasikan seluruh peralatan yang ada dalam jalur produksi JIT.

Total Quality Management (TQM)
Adalah lingkungan organisasional dimana semua fungsi bekerjasama untuk membangun mutu ke dalam produk atau jasa perusahaan. Hal ini dilakukan manajemen dengan cara meningkatkan masukan-masukan pelatihan atu dengan mengangkat keryawan-karyawan berpengalaman dan sangat terampil.
Karakteristik utama dari TQM:
- fokus pada pelayanan konsumen;
- Pemecahan masalah secara sistematik dengan menggunakan tim yang ada di garda depan.

Implikasi manajemen mutu terpadu terhadap akuntansi manajemen adalah :
  • meningkatknya pengakuan atas biaya persediaan sebagai akibat tingkat persediaan yang lebih rendah;
  • mengganti pola perilaku biaya;
  • basis baru untuk mengalokasikan biaya;
  • meningkatkan fokus pada pemangkasan biaya;
  • perubahan defenisi biaya;
  • meningkatnya tekanan pada ketepatan waktu informasi.
TQM menyediakan alat dan tekhnik untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan berdasarkan fakta dan analisis.

(bersambung)

Kamis, 13 Agustus 2009

AKUNTANSI MANAJEMEN

Pengertian :
Proses pengidentifikasian, pengukuran, penghimpunan, penganalisisan, penyusunan, penafsiran dan penyampaian informasi yang membantu para manajer dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Akuntansi Manajemen berkaitan dengan penyediaan informasi untuk manajer yaitu orang didalam organisasi yang memberikan arahan dan mengendalikan operasi organisasi.

Sumber-sumber data Akuntansi Manajemen
  • Sistem pesanan yang masuk : pesanan-pesanan penjualan dari para pelanggan, diproses dan dipenuhi, dan pelanggan kemudian ditagih untuk pembeliannya.
  • Sistem penerimaan kas (Cash receipt system) : penerimaan kas dari para pelanggan dicatat dan kas tersebut disetorkan ke bank.
  • Sistem pembelian (purchase system) : dalam perusahaan eceran, barang dagangan dipesan, diterima dan dicatat.
  • Sistem perencanaan dan pengendalian produksi (production planning and control) : dalam perusahaan pabrikasi, skedul produksi disusun, dilakukan pembelian bahan baku, tenaga kerja, dan perlengkapan dibuat jadwalnya dan keluaran produksi dipantau.
  • Sistem pengeluaran kas (cash disbursement system) : semua pembayaran untuk pembelian dan aktivitas-aktivitas lainnya dilakukan pencatatan.
  • Sistem personalia (personnal system) : semua peristiwa personalia dicatat. Aktivitas pokok meliputi pengangkatan, tunjangan-tunjangan, gaji, evaluasi, dll.
  • Sistem akuntansi umum (general accounting system) : data dari semua sistem transaksi lainnya dikumpulkan dan sebagian besar laporan manajemen dan loaporan keuangan dihasilkan. proses pengangggaran merupakan bagian dari sistem ini.
perbandingan akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan :
Akuntansi Keuangan
  • Laporan ditujukan kepada pihak luar organisasi : pemilik, kreditur, otoritas pajak, pembuat aturan.
  • Menekankan peringkasan keuangan dari aktivitas masa lalu.
  • Menekankan pada objektivitas dan dapat diverifikasinya data-data keuangan.
  • Menuntut presisi.
  • Disusun untuk data keuangan perusahaan secara keseluruhan.
  • Taat pada PABU (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum).
  • Bersifat mandatory (wajib) untuk laporan eksternal.
Akuntansi Manajemen
  • Laporan ditujukan pada pihak internal untuk organisasi : perencanaan, pengarahan dan motivasi, pengendalian, penilaian kinerja.
  • Menekankan pada keputusan yang akan memiliki dampak dimasa mendatang.
  • Menekankan pada relevansi fleksibilitas data.
  • Menekankan pada ketepatan waktu.
  • Disusun secara detail untuk departemen produk, konsumen dan karyawan.
  • Tidak perlu mengikuti aturan PABU.
  • Tidak mandatory.
(bersambung)