Powered By Blogger

Jumat, 30 Oktober 2009

SEPUTAR LAPORAN KEUANGAN

NERACA
adalah laporan sistematis tentang aktiva, Utang serta Modal suatu perusahaan pada suatu saat tertentu
tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
neraca terdiri dari tiga bagian, antara lain : Aktiva, Kewajiban atau utang, serta Modal

AKTIVA
yang dimaksud dengan aktiva adalah kekayaan perusahaan yang berwujud dan tak berwujud serta pengeluaran yang belum dialokasikan atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang.
secara umum, aktiva dibagi menjadi dua, yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar

Aktiva Lancar
adalah uang kas dan aktiva lain yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang tunai dalam periode berikutnya (paling lama satu tahun).
yang termasuk didalam aktiva lancara adalah
  • Kas, yaitu uang tunai untuk membiayai operasi perusahaan;
  • Investasi Jangka Pendek, yaitu investasi yang sifatnya sementara, hanya untuk memanfaatkan uang yang belum dibutuhkan dalam operasi;
  • Piutang Wesel, yaitu tagihan perusahaan kepada pihak lain yang dinyatakan dalam perjanjian yang diatur dalam Undang-Undang;
  • Piutang Dagang, yaitu tagihan kepada pihak lain sebagai akibat penjualan barang dagangan secara kredit;
  • Persediaan, baik persediaan bahan mentah, barang dalam proses maupun barang jadi;
  • piutang penghasilan, yaitu penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan, tetapi belum diterima pembayaran;
  • Persekot/Uang Muka atau Biaya Dibayar di Muka, pengeluaran untuk memperoleh jasa/prestasi dari pihak lain. Pengeluaran itu belum menjadi biaya periode sekarang, melainkan pada periode berikutnya.
Aktiva Tidak Lancara
yang termasuk dalam Aktiva Tidak Lancara antara lain :
  • Investasi Jangka Panjang. Investasi ini dilakukan jika perusahaan mempunyai kekayaan lebih dari yang dibutuhkan, investasi ini dapat berupa Saham, Obligasi (aktiva tetap yang tidak ada hubungannya dengan operasi/dana-dana yang mempunyai tujuan tertentu);
  • Aktiva Tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang secara fisik tampak, dan turut berperan dalam operasi perusahaan secara permanen; selain itu juga mempunyai umur ekonomis lebih dari satu periode dalam kegiatan perusahaan. Yang termasuk dalam aktiva tetap antara lain : Tanah, gedung, mesin, peralatan kantor kendaraan.
  • Aktiva Tetap Tidak Berwujud adalah kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak tampak, tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan, Yang termasuk Aktiva Tetap Tidak Berwujud adalah : Hak Cipta, Merek Dagang, Biaya Pendirian, Good Will, Hak Paten, dan lain-lain.
  • Beban Yang Ditangguhkan, yaitu transaksi yang menunjukkan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang, diantaranya adalah : biaya pemasaran, diskonto obligasi, biaya pembukaan perusahaan, biaya penelitian, dan lain-lain.
  • Aktiva Lain-lain. Item menunjukkan kekayaan atau Aktiva perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukkan dalam klasifikasi-klasifikasi yang telah diuraikan sebelumnya, misalnya : gedung dalam proses penyelesaian, tanah dalam penyelesaian, piutang jangka panjang, dan lain-lain.
KEWAJIBAN atau UTANG
Yang dimaksud dengan Kewajiban atau Utang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi. Kewajiban ini dapat dibedakan menjadi : Kewajiban Lancar dan Kewajiban Jangka Panjang.

Kewajiban Lancar
adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayarannya akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal Neraca). Item-item yang masuk dalam Kewajiban Lancar antara lain :
  • Utang Dagang, yaitu utang yang timbul karena adanya pembelian barang dagangan secara kredit;
  • Utang Wesel, yaitu utang yang disertai janji tertulis;
  • Utang Pajak, yaitu pajak yang belum disetorkan ke Kas Negara;
  • Biaya yang Masih Harus Dibayar, yaitu biaya-biaya yang sudah diakui, tetapi belum dilakukan pembayarannya;
  • Utang Jangka Panjang yang Segera Jatuh Tempo, yaitu sebagian utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo pembayarannya;
  • Pendapatan Diterima Dimuka, yaitu penerimaan uang untuk penjualan barang dan jasa yang belum direalisasikan;
  • Utang Jangka Panjang, adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya masih panjang atau lebih dari satu tahun. Utang Jangka Panjang meliputi : Utang Obligasi, Utang Hipotik, Pinjaman Jangka Panjang lainnya
MODAL
adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam bentuk modal saham, surplus, dan laba yang ditahan








Selasa, 25 Agustus 2009

Akuntansi Manajemen Dalam Perubahan Lingkungan Bisnis :

  1. Just In Time (JIT)
  2. Total Quality Manajemen (TQM)
  3. Rekayasa Ulang
  4. Theory of Constraint/Teori Kendala (TOC)
Just In Time (JIT)
Adalah filosofi yang terpusat pada penentuan waktu, efisiensi dan mutu dalam memenuhi komitmen-komitmen. Perusahaan yang menerapkan JIT berjuang untuk perbaikan yang berkelanjutan dan pencarian serta penghilangan pemborosan bahan baku, waktu dan tempat. Perusahaan membeli material dan memproduksi unit output sesuai dengan permintaan aktual dari konsumen. Persediaan dikurangi sampai tingkat minimum bahkan sampai nol. Pendekatan JIT dapat digunakan baik pada perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur yang memiliki tiga kelompok persediaan, yaitu :
Bahan Baku :
material atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat produk.
Barang Dalam Proses :
Persediaan barang yang proses produksinya baru diselesaikan sebagian dan masih membutuhkan pekerjaan lebih lanjut sebelum siap dijual kepasar.
Barang Jadi :
Unit produk yang telah diproses secara penuh, tetapi belum dijual kepada konsumen.
Konsep JIT yang ideal adalah perusahaan yang menjalankan sistem JIT akan membeli bahan baku hanya untuk kebutuhan hari itu saja. Dengan konsep JIT yang ideal perusahaan mampu secara substansial mengurangi beban pengimpanan dan pemesanan serta dapat meningkatkan efektivitas operasi.
Dalam lingkungan JIT, arus barang dikendalikan dengan pendekatan pull dimana produksi baru akan dilakukan jika ada permintaan.

Elemen-elemen yang diperlukan untuk menjamin keberhasilan sistem JIT :
  • Memperbaiki lay out produksi
Dalam sistem JIT seluruh mesin yang digunakan untuk memproses produk tertentu disatukan dalam suatu lokasi tertentu. Cara ini menjadikan layout pabrik menjadi pabrik mini untuk masing-masing produk sehingga biasa disebut sebagai pabrik dalam pabrik.
Perbaikan dalam layout produksi dapat meningkatkan throughtput yaitu total volume produksi yang telah melewati seluruh fasilitas produksi selama periode tertentu.
  • Mengurangi waktu Set Up
Set Up berisi aktivitas menyiapkan bahan, mengubah setting mesin, mempersiapkan peralatan dan melakukan pengujian. Set Up harus selalu dilakukan apabila akan beralih dari pemrosesan unit produk tertentu ke jenis produk yang lain. Aktivitas Set Up ini memakan waktu, untuk mengurangi aktivitas set up adalah dengan merancang satu peralatan untuk satu jenis produk, hal ini tidak akan menimbulkan set up yang berulang-ulang untuk memproduksi produk berapapun jumlahnya.
  • Zero Defect dan JIT
Jika sejumlah produk jadi yang dihasilkan mengandung beberapa unit produk cacat, maka perusahaan tidak dapat mengirimkan sejumlah unit yang diminta oleh konsumen atau harus mengulang kembali proses produksi hanya untuk membuat pengganti produk cacat.
Perusahaan yang menerapkan sistem JIT akan selalu berusaha dengan keras untuk mencapat Zero Defect.
  • Karyawan yang fleksibel
Karyawan diharapkan dpaat mengoperasikan seluruh peralatan yang ada dalam jalur produksi JIT.

Total Quality Management (TQM)
Adalah lingkungan organisasional dimana semua fungsi bekerjasama untuk membangun mutu ke dalam produk atau jasa perusahaan. Hal ini dilakukan manajemen dengan cara meningkatkan masukan-masukan pelatihan atu dengan mengangkat keryawan-karyawan berpengalaman dan sangat terampil.
Karakteristik utama dari TQM:
- fokus pada pelayanan konsumen;
- Pemecahan masalah secara sistematik dengan menggunakan tim yang ada di garda depan.

Implikasi manajemen mutu terpadu terhadap akuntansi manajemen adalah :
  • meningkatknya pengakuan atas biaya persediaan sebagai akibat tingkat persediaan yang lebih rendah;
  • mengganti pola perilaku biaya;
  • basis baru untuk mengalokasikan biaya;
  • meningkatkan fokus pada pemangkasan biaya;
  • perubahan defenisi biaya;
  • meningkatnya tekanan pada ketepatan waktu informasi.
TQM menyediakan alat dan tekhnik untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan berdasarkan fakta dan analisis.

(bersambung)

Kamis, 13 Agustus 2009

AKUNTANSI MANAJEMEN

Pengertian :
Proses pengidentifikasian, pengukuran, penghimpunan, penganalisisan, penyusunan, penafsiran dan penyampaian informasi yang membantu para manajer dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Akuntansi Manajemen berkaitan dengan penyediaan informasi untuk manajer yaitu orang didalam organisasi yang memberikan arahan dan mengendalikan operasi organisasi.

Sumber-sumber data Akuntansi Manajemen
  • Sistem pesanan yang masuk : pesanan-pesanan penjualan dari para pelanggan, diproses dan dipenuhi, dan pelanggan kemudian ditagih untuk pembeliannya.
  • Sistem penerimaan kas (Cash receipt system) : penerimaan kas dari para pelanggan dicatat dan kas tersebut disetorkan ke bank.
  • Sistem pembelian (purchase system) : dalam perusahaan eceran, barang dagangan dipesan, diterima dan dicatat.
  • Sistem perencanaan dan pengendalian produksi (production planning and control) : dalam perusahaan pabrikasi, skedul produksi disusun, dilakukan pembelian bahan baku, tenaga kerja, dan perlengkapan dibuat jadwalnya dan keluaran produksi dipantau.
  • Sistem pengeluaran kas (cash disbursement system) : semua pembayaran untuk pembelian dan aktivitas-aktivitas lainnya dilakukan pencatatan.
  • Sistem personalia (personnal system) : semua peristiwa personalia dicatat. Aktivitas pokok meliputi pengangkatan, tunjangan-tunjangan, gaji, evaluasi, dll.
  • Sistem akuntansi umum (general accounting system) : data dari semua sistem transaksi lainnya dikumpulkan dan sebagian besar laporan manajemen dan loaporan keuangan dihasilkan. proses pengangggaran merupakan bagian dari sistem ini.
perbandingan akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan :
Akuntansi Keuangan
  • Laporan ditujukan kepada pihak luar organisasi : pemilik, kreditur, otoritas pajak, pembuat aturan.
  • Menekankan peringkasan keuangan dari aktivitas masa lalu.
  • Menekankan pada objektivitas dan dapat diverifikasinya data-data keuangan.
  • Menuntut presisi.
  • Disusun untuk data keuangan perusahaan secara keseluruhan.
  • Taat pada PABU (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum).
  • Bersifat mandatory (wajib) untuk laporan eksternal.
Akuntansi Manajemen
  • Laporan ditujukan pada pihak internal untuk organisasi : perencanaan, pengarahan dan motivasi, pengendalian, penilaian kinerja.
  • Menekankan pada keputusan yang akan memiliki dampak dimasa mendatang.
  • Menekankan pada relevansi fleksibilitas data.
  • Menekankan pada ketepatan waktu.
  • Disusun secara detail untuk departemen produk, konsumen dan karyawan.
  • Tidak perlu mengikuti aturan PABU.
  • Tidak mandatory.
(bersambung)